← Kembali
Hidden Gems Worth Trying

DREADMOOR: Game Mancing yang Ikannya Bisa Balik Makan Lo

Di game ini lo jadi nelayan, tapi setiap kail yang lo lempar itu bisa jadi hidup lo yang terakhir. Lo harus berthahan hidup dari mancing, dan di bawah air itu ada sesuatu yang kapanpun bisa ngebunuh lo.

4 Juni 2026

DREADMOOR: Game Mancing yang Ikannya Bisa Balik Makan Lo

Weirdness Scale

Absurditas Visual
9
Kualitas Animasi
9
Audio
8
Keputusan Desain Aneh
10
Bikin Penasaran
9

Awalnya gw nonton streamer di twitch yang dapet akses eksklusif (limited) ke DREADMOOR langsung sama developernya buat ngetes game ini.

Somehow, gw betah duduk manis depan layar dan ga kemana-mana sampai stream nya selesai.

Bukan karena gamenya brutal. Bukan karena grafisnya gila-gilaan. Tapi karena ada satu momen pas si streamer lagi asik mancing di tengah perairan gelap, tiba-tiba sesuatu yang jauh lebih besar dari perahunya muncul dari bawah, dan gw langsung mikir ini beda.

Premis Sederhana Tapi Menarik Banget

DREADMOOR punya setup yang simpel banget kalau dijelasin, lo adalah nelayan yang coba survive di dunia yang udah hancur.

Dunia di game ini dihancurkan oleh wabah misterius yang bikin sebagian besar daratan tenggelam dan hampir semua makhluk hidup bermutasi jadi sesuatu yang lain.

Masyarakat udah collapse. Yang tersisa cuma reruntuhan, air keruh, dan makhluk hidup perairan atau darat yang ga lagi keliatan seperti makhluk biasa.

Lo mulai dengan sebuah perahu butut, dan satu-satunya cara buat upgrade gear, benerin perahu, dan bertahan hidup cuma dengan mancing di perairan di mana makhluk-makhluk aneh itu tinggal.

Beli alat, perlengkapan, dan upgrade gimana? Ada market yang dijalankan di atas punggung seekor kepiting raksasa yang bermutasi. Kedengeran aneh? Yes, emang aneh tapi jujur itu menarik banget.

Yang Bikin Game Ini Beda

DREADMOOR punya loop gameplay yang semakin lama semakin nagih justru karena semakin berbahaya.

Lo mulai dari ikan-ikan kecil di perairan dangkal. Dari ikan yang lo tangkap, lo ambil materialnya kayak tulang, sisik, jeroan buat diracik jadi umpan baru dan gear yang lebih kuat kayak crafting.

Begitu gear lo cukup mumpuni, lo upgrade perahu di dermaga, dan baru boleh masuk ke perairan yang lebih dalam dan jauh lebih berbahaya.

Masalahnya, makin jauh lo pergi, makin serius ancamannya. Ini bukan soal “angin badai di perjalanan.” Ini soal sesuatu di bawah air yang bisa mengancam hidup lo. Dan air bukan tempat yang aman.

Siklus siang-malam di game ini bukan cuma kosmetik. Waktu malam, makhluk-makhluk yang ukurannya jauh lebih besar mulai muncul ke permukaan.

Cara Mancing Yang Lebih Menantang

Bukan asal tekan satu tombol dan nunggu ikan makan umpan di kail. DREADMOOR punya sistem mancing yang butuh perhatian lebih.

Begitu kail lo disambar, lo harus gerakin rod ke arah berlawanan dari arah ikan bergerak, kayak tarik-menarik sambil terus ngurangin benang perlahan-lahan.

Di layar ada dua indikator, yaitu stamina ikan dan kekuatan tali lo. Kalau lo terlalu agresif, tali putus. Kalau lo terlalu santai, ikan kabur.

Selain itu ada sistem crafting umpan yang cukup detail. Lo ga bisa asal pake umpan yang sama buat semua jenis ikan.

Umpan tertentu butuh material dari ikan tertentu, jadi ada loop organik kayak tangkap ikan kecil dulu, terus ikan kecil itu dicrafting buat jadi umpan, baru bisa nge-reach ikan yang lebih gede.

Dari playtest publik yang dibuka pas Steam Ocean Fest bulan Mei 2026 kemarin, ada juga fitur-fitur baru yang mulai keliatan kayak puzzle sinyal radio buat scanning area, gembok buat masuk ke zona yang dilarang, puzzle aliran air, dan sistem Mastery yang ngunci resep-resep crafting baru seiring progres lo.

Kenapa Gw Rekomendasiin Game yang Belum Rilis?

DREADMOOR belum keluar. Rencana rilisnya Q4 2026 di Steam (kira-kira oktober-desember) 2026 ini, dan sampai sekarang belum ada tanggal pasti.

Tapi dari yang gw tonton di stream eksklusif itu, dan dari semua playtest yang udah bisa dimainin orang di event-event fisik kayak GDC dan PAX, satu hal yang konsisten yaitu, game ini punya soul.

Developernya, Dream Dock, adalah studio indie kecil dari Kyrgyzstan yang didirikan tiga orang yang keluar dari pekerjaan bergaji tinggi di perusahaan game besar karena pengen bikin sesuatu yang mereka sendiri mau mainin. Publishernya, Digital Vortex Entertainment, punya veteran industri dari game-game besar.

Dalam waktu 10 hari setelah diumumkan, game ini sudah di-wishlist lebih dari 40.000 orang. Sekarang udah lewat 200.000. Itu bukan angka kecil buat game indie yang belum rilis dan hampir ga ada iklannya.

Gw paham, game yang belum rilis itu berisiko direkomendasiin. Bisa aja nanti versi finalnya mengecewakan.

Tapi DREADMOOR punya sesuatu yang jarang ada di game fishing lain, rasa bahwa lo bukan penguasa situasi. Lo bukan angler gagah yang dateng buat menundukkan lautan atau perairan.

Lo adalah manusia biasa di atas perahu kecil yang butut, di tengah perairan yang ga ada yang bisa jamin lo balik ke dermaga dengan selamat. Dan justru itu yang bikin mau terus main.

Kalau lo suka game survival yang atmosfernya berat, ceritanya mysterious, dan gameplay-nya punya konsekuensi real, wishlist DREADMOOR sekarang. Biar lo ga ketinggalan pas dia tiba-tiba drop akhir tahun ini.

Di Mana Gw Bisa Mainin Game Dreadmoor?

System Requirements

Berikan Reaksi

Trakteer Gametipsy

Bagikan artikel ini